Kediri-Kertosono


Ujian telah usai, saatnya untuk meluangkan waktu demi menyenangkan badan dan pikiran. Ayo berlibur! Proposal liburanku Semester ini di ACC Bapak dan Ibuk. Karena bertepatan dengan kedatangan Eyang (sapaan dalam Bahasa Jawa untuk kakek dan nenek) ke Jogja. Aku pulang kerumah saat itu hari Jumat sore. Alhamdulillah selama perjalanan hujan masih tertahan di mulut paman Comulus Nimbus, ya walaupun sudah siap untuk dimuntahkan. Sampai di rumah tepat berbarengan dengan adzan Ashar berkumandang. Rutinitas wajib pertama adalah salim ke Eyang. Dan jeng..jeng.. ternyata besoknya yaitu hari Sabtu aku langsung diajak ke tempat Eyang di Kediri. Syok, karena semua baju yang aku bawa adalah baju kotor siap cuci. Tapi nggak mungkin diundur lagi, Eyang sudah satu minggu di Jogja dan meninggalkan rumah sepi tanpa orang. Maka keesokan harinya aku berangkat.

Sudah seminggu aku di rumah Eyang, saatnya untuk pulang karena terhimpit jadwal rangkaian kegiatan KKN-PPL. Mau nggak mau ya harus mau. Malam Minggu sebelum aku pulang, ketiga kakak sepupuku tidur di tempat Eyang gara-gara Minggunya aku udah pulang. Pulangnya pun aku nggak salim ma Eyang Kakung, karena Eyang udah keburu berangkat Jalan Santai di GOR Kediri sebelum aku selesai mandi. Setelah berpamitan dengan semuanya aku dan Bapak capcus pulang Jogja. Rute Perjalanan kali ini Kediri-Kertosono-Jogja-Wonosari.

Di utara Pasar Muning aku dan Bapak menunggu Harapan Jaya mengangkut kita. Saat itu tarif yang dikenakan termasuk murah dari yang biasa tarif Kediri-Kertosono Rp 8.000,00 saat itu menjadi Rp 4.000,00. Diskon kali ya, ikut-ikut toko-toko di pusat perbelanjaan. Harapan Jaya yang kita naiki ber-AC sehingga mengundang sayup-sayup mata untuk segera terpejam. Tapi ada yang menggelitik telingga saat Harapan Jaya berjalan di atas Sungai Brantas. Percakapan ibu dan anak yang kurang lebih seperti ini.

Ibuk   : Kae lho banjir
Anak  : oh iyo buk, buk kenopo kok banjir?
Ibuk   : yo ben banjir, ki dimaem jajane (si ibuk mengalihkan pembicaraan).

Mendengar jawaban si ibu mulutku kontan komat kamit sambil merutuk dalam hati. Geli dan gemas rasanya mendengar jawaban ibu itu pada anaknya. Pengen banget balik badan dan melongok ke kursi belakang untuk memberi tahu jawaban ke adeknya. Tapi urung, ndak disangka sok pinter malah gawat. Saat itu juga ak berjanji pada diri sendiri, kelak saat aku sudah menjadi seorang ibu aku akan memberi jawaban yang sesuai. Lebih baik berkata "maaf nak ibu belum tau, nanti ibu cari tau dulu ya" daripada memberi jawaban asal. Ya bukannya sok-sokan sih, tapi aku rasa jawaban yang kita berikan saat anak dalam usia tumbuh kembang akan diingat si anak dengan baik. Ya masa-masanya anak untuk belajar, kalu diberi jawaban yang baik pasti hasil kedepannya juga akan menjadi baik (pintar). Aku disekolahkan sampai sekarang ini bukan cuma untuk masa depanku, tapi juga masa depan anak-anakku kelak. Sesuai dengan prinsip Bapak yang kini menjadi salah satu perinsipku , "ANAKKU HARUS LEBIH PINTAR DAN SUKSES DARIPADA AKU!"

Mungkin sedikit menjadi beban, tapi dilihat dari segi tujuannya prinsip bapak sangat memotifasi tinggal bagaimana aku menyampaikan hal tersebut pada anakku kelak. Karena hidup terus menjadi lebih baik atau maju, jadi kita juga harus maju dan lebih maju. Selagi mampu dan mau kenapa tidak. Terima kasih untuk didikan orang tuaku yang luar biasa, mengutamakan anak-anaknya dan mengesampingkan kebutuhan lainnya. Seperti kata Ibuk suatu ketika, "Bapak sama Ibuk lebih baik hidup sederhana tapi anak-anaknya sekolah setinggi mungkin dan pintar." Dan itu semua sudah dibuktikan, Bapak lebih baik menjadi seorang guru biasa ketimbang menjadi Kepala Sekolah atau Pengawas namun jabatan itu beliau dapat dari "membelinya". Beliau lebih memilih menggunakan uang itu untuk menyekolahkan aku dan adik perempuanku. Dan sekarang saatnya berjuang, demi aku, orang tuaku, dan keluargaku kelak. SEMANGAT!! YES, I CAN DO IT!!
READMORE
 

Nasib Si Sumber Ilmu

     Beberapa bulan lagi datang tahun ajaran baru. Datang juga suasana, kelas, baju, dan buku-buku baru... seragam... seragam... (intonasi iklan pemutih pakaian). Asik bisa beli-beli barang-barang baru untuk keperluan sekolah, termasuk buku. Mau buku pelajaran, buku tulis, buku gambar bahkan sampai buku diary. Hihihi...ketahuan deh suka curhat...Tapi yang penting bukan masalah buku diary atau buku gambar dan buku tulis tapi lebih pada buku pelajaran. Setiap tahun ajaran baru pasi perusahaan-perusahaan tau industri-industri percetakan kejatuhan banyak orderan buku. Dari merek A sampai merek Z. Tapi pernahkah kita berfikir, masihkah buku-buku itu digunakan pada jenjang sekolah yang sama di 5-10 tahun yang akan datang? Masihkah buku-buku itu disimpan saat ia tertumpuk tak terjamah? Mungkin kebanyakan orang akan berfikir kalau buku-buku bekas itu lebih baik dijual daripada menumpuk di dalam rumah dan memenuhi ruangan.
     Itu merupakan salah satu fenomena sepele salah satu akibat dari kebijakan kependidikan di Indonesia. Kurikulum di Indonesia berubah-ubah tiap 4-5 tahun sekali. Dan mau tidak mau buku-buku pelajaran harus menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku jika ingin tetap laku atau perusahaannya tetap eksis. Memang benar, ketika kurikulum yang digunakan 'lebih baik' dari sebelumnya mutu pendidikan di Indonesia akan semakin baik pula. tapi apakah sudah tepat sasaran dan layak digunakan di Indonesia? Ketika buku-buku dengan kurikulum baru beredar dan banyak dibutuhkan untuk menunjang proses belajar, masalah lain akan timbul setelah buku-buku itu tidak lagi digunakan. Mungkin benar buku-buku selama apapun jika sudah ada di perpustakaan akan tetap awet dan selalu digunakan, tapi apakah yang dibeli secara individu juga bernasib sama dengan yang ada di dalam perpustakaan? Dan kenyataannya adalah tidak.
     Jika anak-anak yang kemampuan ekonomi keluarganya terbatas, maka buku-buku pinjaman dari sekolah menjadi ujung tombak mereka untuk maju. Tapi bagi mereka yang memiliki rezeki lebih membeli buku merupakan hal yang sepele untuk mereka. Dengan jumlah anak 2 atau lebih pun mereka akan dengan mudah membelikan anak-anaknya buku pelajaran berapapun harganya. Ya mau nggak mau tetap begitu, kan demi pendidikan anak-anaknya. Apalagi dari SD guru-guru mengatakan bahwa buku adalah sumber ilmu, buku adalah cendela dunia, dll. Memang bagus untuk memotifasi anak untuk belajar. Ketika buku-buku itu masih baru, buku itu akan disayang-sayang pemiliknya, namun setelah 3-5 tahun kemudian buku -buku itu lebih banyak berujung pada tukang loak atau rosok.
     Kejadian itu tidak bisa dipungkiri lagi. Ketika sumber ilmu itu dengan nyata dan secara tidak sengaja teronggok menjadi tumpukan-tumpukan yang dikemas dengan tali plastik warna-warni di temat penampungan. Berbagai macam pertanyaan muncul di benakku. Setelah dikemas buku-buku itu akan diapakan,dijual lagikah atau hanya akan dibiarkan menumpuk begitu saja? Jika dari tahun ke tahun ataupun dari perpindahan kurikulum-ke kurikulum yang baru akan menghasilkan masalah seperti ini bagaimana nasib pohon-pohon yang ditebangi untuk bahan dasar kertasnya? Apakah buku-buku itu tidak bisa dikemas secara elektronik untuk keseluruhannya? Toh teknologi sekarang sudah maju dan anak-anak di TK dan SD pun sudah bisa memanfaatkan teknologi seperti HP, komputer/leptop, dan internet. Dengan begitu semuanya akan lebih baik lagi ke depannya. 
"Sumber ilmuku akan tetap abadi tanpa harus membuatnya terlunta-lunta"




sekilas inspirasi saat melihat si bapak mengemas buku-buku lama
foto diambil di salah satu sudut kota Yogyakarta
dan di tengah-tengah keramaian  malam akhir pekan
saat sebagian besar orang sedang bersenang-senang
di tempat itu ia mengemas buku-buku lama  hasil siang  hari
READMORE
 

Upacara Cing-cing Guling



Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya Wonosari. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Propinsi Daerah Istimewa YogyAkarta. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta (Ibukota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), dengan jarak ± 39 km. Wilayah Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 18 Kecamatan dan 144 desa. Kabupaten Gunungkidul terletak diantara 110O 21'- 110O 50' BT dan 7O 46'-8O 09' LS.
Dengan adanya 18 kecamatan dan 144 desa membuat Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak budaya. Salah satunya di Kecamatan Karangmojo yang memiliki tradisi Upacara Cing-cing Goling. Perayaan Upacara cing-cing Goling lebih tepatnya digelar di Dusun Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul atau 8 km di sebelah timur dari Kota Wonosari.
Upaca Cing-cing Goling ini dapat dikategorokan sebagai selamatan atau ucapan rasa syukur. Menurut kategorinya upacara ini sama dengan salah satu tradisi atau ritul tahunan Rasulan. Namun keduanya memiliki perbedaan yang siknifikan, karena Rasulan merupakan salah satu tradisi tahunan yang sudah dianggap sebagai hari penting ketiga setelah Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Selain itu tradisi Rasulan diadakan di tiap desa di Kabupaten Gunungkidul. Namun Upacara Cing-cing Guling hanya terjadi di Dusun Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo.
Menurut keterangan dari beberapa kalangan, Upacara Cing-cing Goling merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen masyarakat setempat dan para pelarian dari Kerajaan Majapahit. Peristiwa pelarian orang-orang Kerajaan Majapahit ditengarai terjadi ketika Kerajaan Majapahit berada di ambang keruntuhan pada abad ke-15. Saat itu Kerajaan Majapahit diperintah oleh Raja Brawijaya V. Para pelarian yang dipimpin oleh Wisang Sanjaya dan Yudopati ini, menempuh perjalanan dari Jawa Timur hingga tiba di daerah yang kini dikenal dengan nama Dusun Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Di daerah ini, Wisang Sanjaya, Yudopati, dan pelarian lainnya mencoba membaur dengan penduduk sekitar yang tinggal lebih dulu. Penduduk setempat menerima mereka karena sikap mereka yang dikenal ringan tangan dan mudah bergaul. Ditambah lagi, penduduk setempat menganggap para pelarian ini telah berjasa besar dalam membantu mengamankan daerah Gedangan dari serbuan para penjahat yang kala itu sering datang dan mengincar hasil panen para penduduk.
Selain membantu mengusir para penjahat, pelarian dari Kerajaan Majapahit ini juga berusaha memajukan pertanian dengan cara membuat bendungan di Kali Dawe. Bersama dengan masyarakat setempat, para pelarian ini bahu-membahu membuat bendungan agar sawah di sekitar daerah Gedangan tidak kekurangan pasokan air. Usaha ini membuahkan hasil, sawah-sawah milik para penduduk Gedangan tidak pernah mengalami kekeringan (kekurangan pasokan air). Bendungan yang dibangun atas usaha bersama antara pelarian dari Kerajaan Majapahit dengan penduduk sekitar tersebut diberi nama Bendungan Kali Dawe (Bendungan Kedung Dawang). Pada masa penjajahan Belanda, bendungan ini sempat dibangun ulang. Hingga kini, bendungan ini masih berfungsi sebagai pemasok air untuk irigasi lahan pertanian daerah Gedangan.
Ketika Bendungan Dawe selesai dibuat dan berfungsi untuk mengairi sawah serta tiba masa panen, para pelarian dari Kerajaan Majapahit dan penduduk setempat menggelar upacara selamatan sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang mereka peroleh sekaligus meminta berkah untuk panen di masa yang akan datang. Upacara selamatan inilah yang kini dikenal dengan nama Upacara Cing-cing Goling.
Upacara Cing-cing Goling merupakan upacara adat sebagai ritual penghormatan terhadap roh leluhur ataupun roh pelindung masyarakat di Dusun Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo. Perhelatan ini jatuh pada pascapanen ke-2, yaitu sekitar bulan Mei, Juni, dan Juli dan berlangsung menurut hari dalam pasaran Jawa, yaitu hari Senin Wage atau Kamis Kliwon. Upacara Cing-cing Goling dilaksanakan di Bendungan Dawe (Bendungan Kedung Dawang). Di tengah upacara biasanya disajikan pertunjukan tari yang bernama Tari Cing-cing Goling.
Upacara Cing-cing Goling merupakan perpaduan dua unsur yang sebenarnya cukup berbeda, yaitu unsur Hindu yang dibawa oleh pelarian dari Kerajaan Majapahit dan unsur kejawen dari penduduk yang mendiami wilayah yang kini dikenal dengan nama Dusun Gedangan. Meski berbeda, kedua unsur ini ternyata bisa berpadu dengan apik yang dibuktikan dengan perayaan selamatan bersama yang terwujud lewat Upacara Cing-cing Goling. Para pelarian yang bisa membaur dan penduduk setempat yang mau menerima orang-orang asing menandakan bahwa kebudayaan lokal mempunyai kearifan tersendiri dan tidak antipati terhadap masuknya budaya pendatang.
Upacara Cing-cing Goling merupakan upacara selamatan yang berskala besar untuk ukuran sebuah perayaan adat. Setiap digelar, upacara ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Keperluan untuk upacara tersebut misalnya pembuatan tempat upacara, pembelian ratusan ayam (kadang mencapai 800 ekor) untuk keperluan upacara, pembelian berbagai sesaji, pementasan berbagai kesenian adat berupa cerita rakyat dalam bentuk fragmen yang berkisah tentang cerita pelarian orang-orang dari Kerajaan Majapahit (pada salah satu adegan terlihat puluhan orang berlarian menginjak-injak tanaman pertanian yang terdapat di sekitar bendungan. Berdasarkan kepercayaan masyarakat, tanaman yang diinjak-injak saat berlangsung Upacara Cing-cing Goling itu akan bertambah subur), dan pementasan Tari Cing-cing Goling.
Ada hal yang menarik dari ritual persembahan ayam, yaitu kemasan berbentuk tas yang terbuat dari janur atau daun kelapa untuk wadah ayam tersebut. Kemasan dari janur ini kini sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Gunungkidul.
Meskipun memerlukan biaya yang tak sedikit, tetapi Upacara Cing-cing Goling tetap dihelat setiap tahunnya. Masyarakat Gedangan menganggap upacara yang telah bertahan selama berabad-abad ini sebagai bagian dari adat dan harus dilestarikan.

READMORE
 

Dunia Yang Indah-Seventeen


Indah terasa indah saaat melihatmu
Hijau dan birunya dunia
Musnah kini telah musnah manusia telah buta
Merusak isi dunia

Musnah kini telah musnah manusia telah buta
Merusak isi dunia

Tak ada tempat terindah
Untuk kita hidup bersama

Wahai kau manusia
Cintailah duniamu untuk selamanya
Semua untuk kita mimpi indah di dunia
Dunia yang indah

Tak ada tempat terindah
Untuk kita hidup bersama

Wahai kau manusia
Cintailah duniamu untuk selamanya
Semua untuk kita mimpi indah di dunia
Dunia yang indah

Wahai kau manusia
Cintailah duniamu untuk selamanya
Semua untuk kita mimpi indah di dunia
Dunia yang indah

READMORE
 

SMA...SMA...SMA...With XII IPS1...Senangnya ^^

Berulang kali mersa ada yang berbeda, berulang kali merasa kesepian dan berulang kali pula ingin berkumpul bersama kalian. Tapi tulisan ini baru bisa ditulis seteh Hendricus Ardyas alias Damix menanyakan kabarku dan berkata "Aku sih pngen kyo masa2 sma byen bong. Gayeng!". Masa-masa SMA-ku memang begitu berarti.









-to be continued-

READMORE
 

Sheila on 7-Tentang Hidup

Akhirnya semua terjadi juga
Yang kutakutkan yang kuelakkan
Keresahan ini tak seharusnya terjadi
Seakan jurang tercipta untuk kita
S’lalu kucoba menghangatkanmu
Dengan sebatang lilin di tengah badai ini
Akupun tak ingin kau meredup dan membeku
Dan lilin ini segalanya yang tersisa


Reff:
Coba berusaha untuk lebih mencintaiku
Aku ‘kan mencoba hal yang sama
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kaurasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan do’a mu
Kucoba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk s’lalu di sini


Coba berusaha untuk lebih mencintaiku
Aku ‘kan mencoba hal yang sama
Bentangkan maumu kita raih semuanya
Apa yang kau inginkan aku juga memimpikan
Rindukanlah diriku selagi punya waktu
Hargailah diriku kutahu engkau mampu

READMORE
 

Logika dan Perasaan yang Seimbang


Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan menggunakan LOGIKA dan PERASAAN.


Sisi positif:

Ketika anda menggunakan LOGIKA anda bisa memutuskan sesuatu dengan cara yang benar, membela yang benar, memilih yang baik demi sebuah kebaikan, bijaksana dan adil..yang tentunya membawa kebahagiaan anda dan orang lain dalam jangka panjang.
Namun ketika PERASAAN anda ditumbuhkan, gunakanlah dengan sebaik-baiknya, untuk menolong sesama, membangun religi, melindungi dan membantu yang lemah terhadap sesama. Dalam hal ini tentu hati nurani anda akan terbangun, menjauhkan anda dari rasa BENGIS dan KEJAM.


Sisi negatif:

Ketika terlalu menggunakan LOGIKA anda secara berlebihan, egois, hati nurani anda akan tertutup, tidak percaya akan adanya TUHAN, melanggar moral, dan tidak ada rasa Iba dan Kasihan terhadap sesama.
Ketika anda juga terlalu menggunakan PERASAAN anda tidak dapat memutuskan dan memilih secara objektif, mana yang benar dan mana yang salah. Keputusan hanya didasarkan LIKE or DISLIKE.
Gunakanlah LOGIKA dan PERASAAN secara seimbang. Kapan anda harus memakai PERASAAN dan kapan anda harus memakai LOGIKA.
Ketika anda memutuskan sesuatu dengan menggunakan PERASAAN tumbuhkan LOGIKA anda untuk dapat memilih dan memutuskan secara baik dan adil?
Ketika anda memutuskan sesuatu dengan menggunakan LOGIKA tumbuhkan PERASAAN anda apakah perbuatan anda bermoral???? Atau menyalahi aturan etika sosial??


DIALOG PERASAAN DAN LOGIKA :
Hati : dia hanya sedang sakit, jangan memarahinya lagi
Logika : dia terlalu cengeng !
Hati : apa salahnya melampiaskan rasa sakit melalui air mata ?
Logika : iya aku tau .. nanti juga dia akan sembuh, dia cuma butuh waktu
Hati : taukah kamu waktu tidak akan pernah menyembuhkan apapun, waktu hanya akan membuat seseorang menjadi terbiasa akan rasa sakit itu

Logika : hhhh .. dasar perempuan ! bisanya hanya menangisi yang telah terjadi , BODOH !
Hati : perempuan menangis bukan karena dia bodoh, hanya saja terkadang perempuan lelah untuk terus-menerus berpura-pura menjadi kuat
Logika : tapi apa ada gunanya ?
Hati : setidaknya biarkan dia menangis saat ia seorang diri, karena dia terlalu lelah untuk terus-menerus memasang senyum palsu di depan orang lain

Logika : tetapi kenapa dia menangis ?
Hati : dia hanya sedang rindu, percayakah kamu ? dia hanya terlalu rindu, menurut logika apakah itu masuk akal ?
akal Hati : sepertinya untuk kali ini kita menemui kesepakatan





So, what's your choice?
Is a good choice for your life?
READMORE
 

2010-2011 ku Memberi Sebuah Arti di 2011-2012 ku


Tahun demi tahun berganti, dan harapan demi harapan terucp. Hal itu terjadi di tahun ini, tahun-tahun sebelumnya dan tahun-tahun mendatang. Suka dan duka silih berganti mengiringi hari-hari di setiap tahunnya. Dan tahun yang berlalu membuatkan sebuah memori, semua rasa tercurah menjadi satu cerita di tahun itu. Begitu pula denganku....ya...Tepatnya setahun yang lalu, saat tahun pertama aku tinggal di Kota Yogyakarta dan melampaui hari-hari bersama seseorang di sampingku.

Mungkin bagi kebanyakan orang merayakan momen tahun baru adalah sebuah hal biasa yang diulang tiap tahunnya. Dulu itu pula yang ada di benakku, merayakan tahun baru dengan orang-orang yang sama setiap tahunnya. Tapi setahun lalu berbeda untukku, ak melewati pergantian tahun dengan orang yang sepesial di hatiku. Selain orang yng berbeda, pengalaman baru juga aku dapatkan. Berjubel dengan berratus-ratus orang di tempat yang sama, di satu titik. Titik 0km Yogyakarta.

Jika dipikir-pikir memang membuang waktu dan tenaga berda di sana. Karena untuk mencapai tempat itu saja membutuhkan sebuah pengorbanan. Pengorbanan itu terbayar dengan sikapnya yang mungkin jika aku ingat-ingat sekarang hanya akan memunculkan senyum di bibirku. Sikap romantisnya yang tidak akan pernah terulang. Memori itu tergambar jelas di ingatanku saat dia melindungiku dari desakan orang-orang yang memiliki niat yang sama dengan kami. Menggandeng tanganku karena takut aku hilang. Menanyaiku apakah aku mengantuk atau kedinginan. Mungkin sederhana, tapi bekasnya tertanam di ingatanku.


Suara terompet terdengar di mana-mana, kembang api meluncur tak terhenti di langit. Menghiasi gelapnya langit dengan warna-warna indahnya. Sepinya malam digantikan oleh riuhnya suara trompet dan klakson-klakson motor ataupun mobil. Semua berbaur menikmati perayaan pergantian tahun. Tak terkecuali aku. Rasa senang yang menyeruak di dalam hati bercampur dengan rasa bangga karenanya. Sosok yang mau berkorban untukku, karena permintaanku, dan rasa sayangnya padaku. Momen setahun yang lalu memberi warna bagi tahunku sekarang. Pergantian tahun setahun yang lalu membawaku terbang dalam sebuah kisah indah yang aku lalui bersamanya.


He and his heart was in my heartalways and so on.
Hopefully in the year 2012 will be a better year.
Because I have you in my heart and in each of my day.
I love you .... October 8, 2010.


READMORE
 

Transparan Tidak Lagi Sebuah Kejujuran

Kegiatan jual beli atau transaksi apapun di dunia ini pasti membutuhkan tanda terima atau yang lazim disebut kwitansi. Kwitansi sendiri digunakan sebgai bukti telah diterima atau dilakukan suatu transaksi keuangan. Di instansi perkantoran atau di lembaga-lembaga lain kwitansi digunakan sebaagai bukti dalam menggunakan uang sesuai koridor yang telah berlaku. Selain itu juga digunakan sbagai bukti bahwa sang bendahara telah melakukan tugasnya dengan baik atau dengan kata lain si bendahara tidak melakukan kesalahan wewenang.

Namun sekarang adanya kwitansi telah disalah gunakan. Terkadang kwitansi yang keluar tidak sebagai mana mestinya. Tidak sebagai mana mestinya di sini adalah terkadang jumlah uang yang diterima dengan jumlah uang yang tertera di kwitansi tidak sesuai atau tidak sama. Berbagai alasan dikemukakan oleh orang yang mengeluarkan uang. Ya...itu urusan masing-masing individu di negara ini. Hanya saja itu merupakan sebuah penyalahgunaan dan membuktikan bahwa transparansi bukti pembayaran di dunia ini sudah tidak bisa lagi disebut sebagai sikap jujur yang ditunjukkan oleh setiap individu di dunia ini.

Jika ditelisik lebih dalam lagi dari kegiatan semacam itu mungkin akan menimbulkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti koruptor merasa senang. Karena telah dimudahkan dalam melakukan aksinya. Aksi memekan uang rakyat tanpa merasa malu dan dengan senang hati. Mungkin hal-hal kecil seperti itu yang harus menjadi cermin negara ini untuk lebih maju. Tidak hanya memberantas dan kucing-kucingan dengan para koruptor. Tapi juga menutup setiap celah-celah yang bisa digunakan oleh para orang tak bertanggung jawab tersebut. Mungkin celah yang ada sedikit, tapi jika celah itu kebobolan yang ada adalah kerugian besar bagi negara ini.
READMORE
 

Hobi Lamaku Kembali...^^


Menulis, mungkin merupakan hal menyebalkan bagi sebagian orang. Tapi tidak untukku. Sejak di baangku Taman Kanak-kanak aku sudah dibiasakan untuk menulis dan akhirnya membuatku gemar menulis. Semasa Sekolah Dasar kegemaranku menulis aku ungkapkan mlelui Buku Diary pertamaku yang berwarna biru dan bergambarkan singa. Dulu isinya mengenai unek-unek kanak-kanakku. Ya...masalah sepele dari berantem dengan teman sebaya atau merasa iri dengan adik semata wayangku.
Dan saat-saat SMPku hal-hal yang mulai ku tulis sudah mengarah pada tema percintaan anak ABG kala itu. Masa-masa cinta monyet dan persahabatan yang berarti. Di SMP hobiku memiliki wadah bersama teman-teman lain yang memiliki hobi serupa, MADING SMP N 1 Wonosari. Sebagai generasi pertama setelah ekstrakulikuler itu fakum membuatku dan teman-teman lain memiliki semangat lain yang tidak bisa diungkapkan. Termasuk saat aku dan teman-teman mengikuti lomba mading di SMA Bopkri Satu (Bosa). Pengalaman yang tidak ternilai saat itu. Mungkin banyak lembur untuk menyelesaikan mading, banyak berkutat dengan kertas-kertas, lem, sepidol, cet warna, dan tenaga. Tapi itu indahnya menulis. Hal yang sama aku lakoni di SMA. Rutinitas yang aku lakukan sama dengan saat-saat aku di SMP hanya saja ini lebih menguras waktuku belajar. Dan lagi-lagi kata tapi menghampiriku. Ya...ak menjadi salah satu wakil dari Kabupaten untuk magang di Dinas Pendidikan Nasional Yogyakarta sebagai reporter tabloid remajanya.....sebuah pengalaman yang tak ternilai....

Tak sampai di situ, saat memasuki kuliah hobiku terus menuntunku dengan mengikuti SDP Jurnalistik. Karena dilandasi tuntutan dari kampus akhirnya hobiku terlupakan. namun muncul kembali saat SINGAKU membelikanku sebuah buku yang kini aku gunakan untuk menulis ide-ide anehku. Dan kini medianya berubah...dari tulisan tangan menjadi ketikan tangan....AKU SUKA MENULIS dan AKAN TERUS MENULIS!!
READMORE
 

1 yang Penting dalam Berorganisasi....




Berorganisasi mungkin menjadi salah satu kegiatan sebagian besar pelajar, remaja, ataupun mahasiswa.
Tapi apakah sudah dilandasi dengan totalitas di dalamnya???
jika suudah, lanjutkanlah totalitas tersebut dan berbagilah pada teman-teman yang lain.
dan jika belum, mulailah belajar untuk totalitas dalam berorganisasi.
namun jangan lupakan mengenai kewajiban yang lain.

Mungkin jika kita bisa totalitas pada organisasi tertentu maka kewajiban lain akan sedikit terlupakan dan fokus pada 1 kegiatan saja. Dan itu masalah saya yang kerap kali akan saya sesali dan membuat orang lain meragukan totalitas saya. Dan adakah yang tau cara membagi kefokusan dalam totalitas berorganisasi????

READMORE
 

Malaikat di Hidupku...








Hari baik untuk orang yang terbaik dalam hidupku....
bukan imbalan yang diminta tp kesuksesanku yang diharapkan
bukan benci yang diberi tapi kasih sayang yang tanpa henti...
"Ibuk....Lil, sayang ibuk selalu! Lil kangen ibuk!"
Ketika ak sedih, lembut tutur kata dan halus belaiannya dapat membuatku damai.
Ketika ak nakal, sabar yang Ia beri.
Ketika ak sakit, kasih sayang yang Ia curahkan.
Ketika ak bahagia, senyum dan air mata bahagia yang Ia beri.
Ketika Ia marah, berarti Ia peduli, sayang, dan perhatian padaku.
Ketika Ia memberi semangat, berarti doanya untukku.
ketika Ia tersenyum, ada ketengan di hatiku.
Ibuk....seseorang yang bisa membuatku menitikkan air mata kapanpun, salah satu orang yang paling mengerti aku melebihi diriku sendiri.






Love U mom.
READMORE
 

Selamat Pagi...



Pagi yang indah. Rasa kantuk yang membuat mataku tidak bisa terbuka membuatku masih terlelap di pagi nan cerah ceria ini. Cerah dan ceria untukku, karena pagi ini aku kembali merasakan getaran dari HPku. Dengan mata yang masih terpejam, perlahan ku cari benda mungil yang mengusik pagiku itu. Kubuka HPku dan menimbulkan senyum mengembang di bibirku. SMS itu dari seseorang di sana. Dan rasa kantukku mengalahkan senyum yang mengembang di bibirku hingga mataku terpejam lagi.


Saat mataku benar-benar telah siap terbuka aku langsung mencari benda kecil penghubungku denagnnya. Ku ketik sebuah SMS dan kukirim padanya. Betapa bahagianya aku saat aku tahu apaa yang aku rasakan juga ia rasakan....moment di pagi hari yang paling aku suka. Semua terasa indah dan semangat saat ia memberiku suntikan semangat di pagi hari...Dan tetap itu karenanya....
READMORE
 

Semangat


"Semangat...kata semangat akan terus tumbuh dan selalu ada di benak dan otakku untuk melawan sakit ini hingga sembuh tanpa meninggalkan bekas di leherku.....sesuai keinginan ayah...."
READMORE
 

Menunggumu....



Menunggu merupakan hal menyebalkan yang paling aku benci, dan itu terjadi saat kau jauh dariku. Mungkin jarak tak masalah untukku namun kabarmu penting bagiku. Kabarmu tak ku dapatkan 2 hari yang lalu...sedangkan rasa percaya dan pemahaman yang kau butuhkan. Tanpa kau minta aku berikan hal itu. Karena di saat-saat aku menunggumu rasa kangen ini makin berkecamuk di hati. 

Cambuk-cambuk kangen yang tumbuh semakin panjang dan kuat ini akan menghantarkan senyumku di dpanmu saat kita bertemu nanti. Saat HP ku bergetar "ndret"..."ndret"..."ndert"..."ndert" ku sangka salah seorang teman yang mengirim SMS padaku. Namun senyum ini mengembang dang rasa bahagia ini merekah saat tahu SMS itu dari kamu. Walau hanya singkat tapi itu menjadi obat mujarab bagi rasa rinduku ini. 

"Sayang cepat pulang ya, hati-hati di perjalana.", kalimat yang akan selalu aku berikan untukmu disaat kau jauh dariku.
READMORE
 

November Rain


November rain, mungkin kata itu yang pas mengawali tahun ke-20 ku. Rintik hujan menemani detik-detikku menuju tahunku yang ke-20. Tuhan terim kasih kau telah memberiku kenikmatan di tahun yang ke 20 ini. memberiku kesempatan untuk merasakan indahnya duniamu berssama orang-orang terdekatku dan juga dia di sampingku. Yaa...ak kini telah berkepala 2 yang membuktikaan bahwa ak telah bertambah tua. Tak terasa tahun demi tahun terlampaui, dan berbagai peristiwa telah terjadi.



Saat melihat foto’’ lama saat ak menginjak tahun pertamaku. Semua terasa bahagia dengan keluarga yang berkumpul bersama dan tumpeng pertamaku. Nice...tahun pertama dengan kepala botakku dan badan mungilku.....Tumpeng indah itu dapat kulihat dan kunikmati untuk yang kedua kalinya....di usiaku yang ke 8 tahun...berkumpul bersama...dan semuanya masih lengkap ku rasa.



Ulangtahun ke-14 ku merupakan hal terburuk dalam hidupku...saat indah yang ku nanti berujung pedih....bukan itu yang kumau, tapi semuanya telah terjadi. Dan menurut orang’’ di skitarku itu adalah masa lalu namun tidak bagiku...itu memori kelam yang mengendap di otakku. Hingga sekarang.....Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak menghiraukan hari itu, di tanggal itu hingga sekarang....ak mengenggapnya biasa saja seperti hari lainnya.


READMORE
 

Pertama dan Selanjutnya





Lulus itu harus....mungkin itu kata-kata penyemangatku satu setengah tahun yang lalu saat menjelang UN. Dan sekarang giliran aku dan teman-teman untuk berbagi dengan adik-adik di SMA N 2 WONOSARI. Mungkin ini pertama bagiku dan kedua bagi teman-teman yang kini berkuliah di UGM. 

Diawali materi dari teman-teman UGM yang bercerita dan berbagi informasi mengenai seluk beluk UGM, proses pendaftaran, hingga informasi beasiswa. Mengenalkan Fakultas dan jurusan yang ada di dalamnya merupakan hal pertama yang teman-teman lakukan. Adik-adik sangat antusias dengan kegiatan ini. Ada slide dan vidio yang teman-teman putar. Banyak pertanyaan muncul dari mereka, walaupun menurut teman saya Bastian pertanyaan yang diajukan oleh adik-adik tidak sebanyak tahun sebelumnya. Sesi pertanyaan ditutup dengan pembagian hadiah bagi penanya.






Dilanjutkan dari pihak UNY, hampir sama dengan kegiatan sebelumnya....hanya saja diakhiri dengan pembagian hadiah bagi adik-adik yang dapat menjawab pertanyaan. Antusias mereka terlihat dari beberapa sisawa SMA N 2 WONOSARI. Bahkan ada pula yang sudah berniat untuk berkuliah di UNY.

Acara ini dapat terlaksana karena adanya kerjasama antara semua pihak, terutama oleh teman saya Bastian Wicaksono (2010) dan Frenky Herlambang Presetya (2011)....Saya dan teman-teman semua sebagai alumni berharap acara ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Selain itu rasa kekeluargaan dari alumni makin kental dan erat....bukan lulusan tahun berapa kita tapi kita sama-sama mempunyai gelar ALUMNI SMA N 2 WONOSARI.
READMORE
 

Ketombe Ireng

"Dek,kw ngopo kok sik-sikan?",kalimat itu meluncur saat ibuk melihat adekku menggaruk-garuk kepala dengan hebatnya. Dan adekku menjawab."Ora popo buk,mung ketombe kok."
Percakapann itu terjadi  di kamar kostku pada hari kamis. Keanehan terjadi dan itu ku rasakan. Bagian kepala yang digaruk oleh adekku tidak hanya di bagian tertentu, tetapi di seluruh bagian kepalanya. namun saat itu ku anggap sebagai angin laluu saja.


Seminggu kemudian saat aku pulang ke rumah, dengan hebohnya ibuk bercerita padaku tentang apa yang dialami oleh adekku. Cerita ibuk bermula dari :

  1. menunjukkan selembar kertas putih dengan noda berserakan
  2. berkata bahwa itu adalah prasasti "KETOMBE IRENG"
  3. tertawa melihat ekspresi mukaku yang penuh dengan tanda tanya
  4. dilanjutkan dengan mengatakan bahwa adekku merupakan anak rumahan yang kurang pengalan
  5. dan diakhiri dengan menjawab pertanyaanku dengan "KETOMBE IRENG=KUTUAN"
Seketika aku terbahak mendengarnya lalu diikuti gerakan bergidik karena melihat kutu-kutu mati yang sangat banyak di kertas. Aku tak habis fikir, di zaman seperti ini masih ada virus kutuan.


Usut punya usut, ternyata tidak hanya adekku yang mengalami virus kutuan tersebut. Teman-teman sekamarnya juga terjangkit virus memalukan tersebut. 20 orang anak di kamar itu semuanya berkutu....alamak.... Dan adek tertular dari teman-temannya. Ya jelaslah...seumur-umur nggak ada sejarah yang mengatakan keluargaku terjangkit kutuan....dan adek menjadi yang pertama dan terakhir...


Dari kejadian yang dialami adek, aku menyimpulkan bahwa anak yang selalu berada di ruumah dan hanya sibuk dengan sekolah dan tugas-tugasnya mendapatkan lebih sedikit pengetahuan umum dalam hidupnya....jadi buat ibu-ibu ddan bapak-bapak....anaknya jangan dikurung terus di rumah, ya walaupun itu sudah menjadi tren hidup keluarga di perkotaan....
READMORE
 

Kangen....

Teringat saat Beliau berkata " Apa yang terlihat di mukamu belum tentu sama dengan yang kamu rasakan dihatimu. Kamu pintar menutupi perasaanmu yang sebenarnya. Kamu lebih suka memendamnya sendiri". Dan elakanku,"Nggeh mboten bu,kula nek mboten kuat nggeh cerita". Diikuti dengan tawaku saat itu walau dalam hati ak berkata iya. Percakapan 2 tahun lalu di Perpustakaan sekolah sebelum Beliau pensiun. Dan kini aku kangen Beliau.....

Kangen juga ma pertanyaan 8 sahabatku,"Uyut ngopo'e?". Saat sikapku sdikit berubah. Dan saat Veronika Daristi Muktiningtyas bilang "Aku ngerti kw mau emosi, makane aku nunggu kw cerito dewe". Nyaman bersama kalian......aku rasakan perhatian kalian, saat kalian memahamiku, saat kalian mendengar keluh kesahku, dan saat kita berbagi rahasia satu sama lain. Bantun kalian amat terasa......Memahami, dipahami, mengerti, dimengerti, membagi, dibagi, dan berbagi satu sama lain..

Kangen with Veronika Daristi Muktiningtyas,kangen dicurhatin, dipijetin (hahahaha), maem bareng di kelas, gojek bareng, maen ke rumah dia buat kongko bareng anak-anak yg lain...kangen bilang "wo lha nonong".

Kangen with Risa Veti Perdani, kangen ma cerita'' dia tentang her boy friend yang kerjaanya marah'' (itu mnurutku lho), beli popice bareng, ke perpus bareng, curhat ma Bu Wid bareng, bikin mading bareng, dan ke pantai bareng.....kangen bilang "pie mbok?".

Kangen with Athik Candraningrum Setyarini Pujihastuti, kangen kalau mereka tiba'' sms mau maen ke rumah, cuurhatan mereka, menganggu mereka lo pas belajar mo ulangan, ngeliat muka Rini yg ge bad mood, ngeliat muka Tika yang glak ^^v, ngeliat ributnya meraka lo mo pergi'' bingung mo pake baju ap (apa lagi lo mau kencan tp kadang''.....kangen manggil "Sim" ke Rini....kangen bilang"alon lho Tik" kalau liat dia jalan dengan gaya cepat.

Kangen with Pebri Wulan Anastasia Septianggi S. H., kangen liat mereka beradu argumen, kangan liat ekspresi muka Anggi mbil bilang "Ho'o yo", kangen liat ekspresi muka Wulan yang malu-malu dan memalukan, kangen liat muka Anggi yang cembetut gara-gara sebel tow bis dimarahi ma ibunya, kangen liat Wulan marah-marah g jelas lo g bisa ngerjain soal ulangan or guru yang menyebalkan......kangen bilang " wo lha oneng" ke anggi ma bilang "dasar AAU" ke Wulan. 

Kangen with Martcellyne Rosadina ma Marlita Siyamsih, kangen liat mereka duduk berdampingan di kelas yang mirip ibu dan anak, kangen liat Marlita diem gara-gara takut ma Celin, kangen liat aksi petakilan Celin, kangen ngeliat Celin jail, kangen liat Marlita pulang dari kantin mbil bawa jajanan, kangen dgr Marlita bilang "ak isin yo", kangen liat Marlita mbingungi dw.....kangen bilang "ngopo cel" ke Celin....kangen bilang "ndut" ke Marlita (harap maklum ak kan pernah kurus).

Tapi yang paling ak kangeni adalah KEBERSAMAAN KITA, saat'' nongkrong bareng, saat ke kantin bareng, popicean bareng,lotisan bareng,ngeliat aku disidang di perpus ma Bu Wid,saat narsis''an bareng di Bali....dan saat kita dijuluki Genk Cenary ma Damix.

Friend, you are there for me.
to share stories, to cry, to laugh, and to share grief.
Perhaps we now have to undergo the ideals of each, I feel glad and happy for it.
But sometimes I feel lonely here and wish you were here to share it once was.
When we can laugh together again?
I miss you guys.




READMORE
 

Mewakili Hati....

          Sore hari di kamar, seperti biasanya pekerjaan yang menurut ibuk membuat kantong Beliau terkuras. Boros! Ini bukan uang tapi energi. Setiap aku di kamar dan tnpa mengeluh ataupun protes pasti TV dan Si Hitam menyala bebarengan. Semuanya menyala termasuk lampu kamar. namun ibuk hanya ngomel dan berlalu.
     Saat itu aku sedang santai, dan lagu itu terdengar di telingaku...I LOVE YOU-AIKO...asing bagiku, tapi aku langsung jatuh hati pada lagu itu. Selama seminggu lagu itu menjadi play listku. Hal itu terjadi saat aku merasa lagu itu mewakili persaan hatiku saat itu. Mewakili rasa kangenku buat si empunya hati ini....hihihihi....bernyanyi dan bernyanyi lagu itu setiap Si Hitam menyala....dan hatiku merasa senag...I LOVE YOU..


READMORE